Melalui rangkaian kegiatan senam yang dilaksanakan di Ra Attalim Sungai Duo mampu mencipatakan anak
Melalui rangkaian kegiatan senam yang dilaksanakan di Ra Attalim Sungai Duo mampu mencipatakan anak yang baik dan berkualitas
Anak usia dini adalah suatu individu yang disebut usia emas (golden age) dengan rentan usia 0-8 tahun dimana anak sangat membutuhkan bimbingan, pembinaan dan teladan melalui stimulasi sebagai pertumbuhan dan perkembangan anak kedepannya agar lebih baik. Sesuai dengan Susanto (2018:5) Anak usia dini yaitu individu usia 0-8 tahun dan mengalami proses tumbuh kembang yang sangat pesat bahkan dikatakan sebagai usia emas, yaitu usia yang sangat berharga dibandingkan usia-usia selanjutnya.
Anak usia 5 tahun secara fisik sangat lincah dan tertarik untuk senam dan olahraga tertentu. Untuk mengembangkan fisik anak ini melalui kegiatan bermain salah satunya kegiatan bermain aktivitas jasmani dalam mengembangkan fisik pada anak ialah dengan kegiatan senam. Senam pada anak usia dini semua gerakannya dilakukan mengikuti gerakan dan nyanyian mengikuti irama musik yang mengiringi senam. Kegiatan senam dapat merangsang perkembangan fisik anak dimana jika fisik anak terganggu maka perkembangan lainnya juga terganggu seperti perkembangan motorik kasar anak yang tidak optimal akan berdampak pada kurang rasa percaya diri anak terhadap teman sebayanya hal ini jika terjadi secara terus menerus akan dampak yang ditimbulkan oleh anak itu sendiri sehingga anak cenderung sulit untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitar.
Senam yaitu jenis latihan fisik di lantai yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan, kekuatan, kelenturan, kelincahan, koordinasi dan pengendalian tubuh. Dimana manfaat senam pada perkembangan fisik anak usia dini yaitu dapat merangsang otot-otot motorik kasar dan kemampuan olah tubuh pada anak usia dini. dimana ada beberapa gerakan yang dapat dilakukan untuk kegiatan senam yaitu gerakan lokomotor seperti berjalan, berlari, meloncat, melompat, skipping, berlari cepat, dan berjalan, sedangkan kemampuan gerak nonlokomotor seperti keseimbangan, memutarkan badan, berbalik arah, dan melipat badan. Kegiatan tersebut membantu anak-anak untuk melatih keseimbangan, kekuatan dan koordinasi. 4 Senam merupakan faktor lokomotor, yang melatih konsep anak tentang kekuatan, kecepatan gerak, power, energi tahan fisik, kelincahan, dan keseimbangan. Dalam kaitannya dengan gerakan non lokomotor, aktivitas senam mempunyai faktorfaktor yang meningkatkan aspek kekuataan, kelenturan, dan keseimbangan statis. Menghubungkan senam dengan gerakan manipulatif menunjukkan bahwa koordinasi dan pemrosesan rangsangan meningkatkan kesadaran pada anak. Oleh karena itu senam dapat memberikan tujuan kepada anak untuk menyerap pengetahuan olahraga dari guru dengan pembelajaran gerakan senam. Selain itu, anak harus bisa untuk membiasakan diri dengan berolahraga seperti melakukan gerakan senam.